HomeHistorical IQ Tests › Tes Appersepsi Tematik (TAT)

Dokumentasi · 1935

Tes Appersepsi Tematik (TAT): Tes proyektif bercerita

Tes kepribadian proyektif menggunakan kartu gambar yang ambigu. Henry Murray dan Christiana Morgan di Harvard mengembangkan TAT pada tahun 1935 sebagai alternatif untuk Rorschach. Subjek ditunjukkan 20 kartu (satu per satu) dan diminta untuk menceritakan sebuah cerita tentang masing-masing. Cerita-cerita tersebut dianalisis untuk tema-tema yang berulang yang mengungkapkan kebutuhan psikologis, konflik, dan motivasi yang mendasarinya. TAT tetap banyak digunakan dalam penilaian kepribadian dan merupakan dasar dari teori kebutuhan motivasi David McClelland.

About the Tes Appersepsi Tematik (TAT)

Henry Murray di Klinik Psikologi Harvard pada awal 1930-an sedang mengembangkan teori komprehensif tentang kepribadian - apa yang ia sebut personologi - berdasarkan gagasan bahwa kepribadian dapat dipahami melalui identifikasi sistematis terhadap kebutuhan individu (prestasi, afiliasi, kekuasaan, dll.) dan tekanan (kekuatan lingkungan). Ia membutuhkan instrumen penilaian yang dapat mengungkapkan kebutuhan dan konflik yang mendasari ini secara tidak langsung, karena laporan diri yang langsung tampaknya tidak memadai.

Murray dan kolaboratornya Christiana Morgan mengembangkan Tes Appersepsi Tematik pada tahun 1935. Tes ini terdiri dari sekitar 30 kartu gambar (subset yang berbeda digunakan untuk kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda; biasanya 10-20 kartu per administrasi). Setiap kartu menunjukkan adegan yang ambigu - sering melibatkan orang-orang dalam situasi emosional yang tidak jelas. Subjek diminta untuk membuat cerita tentang setiap kartu: apa yang terjadi, apa yang menyebabkan hal itu, apa yang dirasakan oleh karakter, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Cerita-cerita tersebut dianalisis untuk tema-tema yang berulang yang mengungkapkan kebutuhan, konflik, dan motivasi yang mendasari subjek. Murray mengembangkan sistem penilaian berbasis kebutuhan (kebutuhan prestasi, kebutuhan afiliasi, kebutuhan kekuasaan, dll.). David McClelland kemudian menyempurnakan ini menjadi teori motivasi berbasis kebutuhan yang berpengaruh - khususnya konsep kebutuhan akan prestasi (n-Ach), yang diukur melalui cerita TAT dan terkait dengan perilaku kewirausahaan dan pengembangan ekonomi.

TAT telah digunakan dalam puluhan ribu studi dan tetap digunakan secara aktif dalam praktik klinis hingga saat ini, meskipun berbagi kekhawatiran tentang validitas pengujian proyektif seperti Rorschach. Sistem penilaian yang lebih baru seperti Manual Mekanisme Pertahanan dan Skala Kognisi Sosial dan Hubungan Objek telah meningkatkan keandalannya.

About this interactive version: Kartu TAT dan sistem penilaian Murray dilindungi hak cipta. Halaman ini mendokumentasikan sejarah tes tersebut.

The 2 subtests

#1
~30 kartu gambar Setiap kartu menunjukkan adegan yang ambigu. Subset yang berbeda digunakan untuk kelompok usia dan jenis kelamin yang berbeda (biasanya 10-20 kartu per administrasi).
Dilindungi hak cipta
#2
Penilaian berbasis kebutuhan Cerita dianalisis untuk tema-tema yang berulang yang mengungkapkan kebutuhan yang mendasari (prestasi, afiliasi, kekuasaan, otonomi, dll.).
Pemeriksa Diperlukan

Source

All test materials and historical content on this page are transcribed from:

Kartu TAT dan sistem penilaian Murray dilindungi hak cipta oleh Harvard University Press. Item-item TAT banyak direproduksi dalam konteks klinis dan penelitian tetapi tidak berada dalam domain publik.

Want a modern IQ score?

The Tes Appersepsi Tematik (TAT) is a historical artifact. For a contemporary IQ score using modern norms, take our modern full IQ test.

Take the Modern IQ Test

Back to the Historical IQ Tests Archive